Senin, 18 Juni 2012

Kepemimpinan


       I.            PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

a.      Penegertian
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.
Stogdill (1974) menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai kepemimpinan, dan diantaranya memiliki beberapa unsur yang sama.
Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), istilah ini dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.
Sedangkan menurut Anderson (1988), “leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain :
  • Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan.
  • Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.
  • Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.

Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok
b.      Latar Belakang Kepemimpinan
Kepemimpinan muncul bersama-sama dengan adanya peradaban manusia. Yaitu sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama dan terjadi kerjasama antar manusia. Pada saat itu akan muncullah seorang manusia yang paling tua, paling kuat, paling cerdas, paling bijaksana atau paling berani yang menjadi pemimpin.
Sebab-sebab munculnya seorang pemimpin :
  1. teori genetis; yang menyatakan pemimpin itu tidak dibuat, tetapi pemimpin itu timbul atau ada dengan sendirinya.
  2. Teori, sosial, pemimpin itu harus di persiapkan ( melalui pendidikan), setiap orang bisa menjadi bila mendapat pendidikan yang layak.
  3. Teori Ekologis (Sintesis), pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mempunyai bakat memimpin dan kemudian dikembangkan melalui usaha pendidikan dan pengembangan pengalaman.
c.       Tipe-tipe (Gaya) Kepemimpinan
Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak serta kepribadian sendiri yang unik dan khas sehingga berbeda dengan yang lainnya. Ada bebarapa tipe yang baik dan ada juga yang buruk, atau malah ada juga yang merupakan gabungan dari keduanya, seperti contoh-contoh di bawah ini:
  1. Tipe deserter (Pembelot), adalah tipe seorang pemimpin yang bermoral rendah, tidak mempunyai loyalitas (rasa pengabdian/memiliki) an tidak merasa terlibat.
  2. Tipe Birokrat, adalah tipe seorang pemimpin yang patuh, taat, cermat dan keras dalam menegakkan peraturan.
  3. Tipe Missionaris, adalah tipe seorang pemimpin yang terbuka, penolong, ramah dan lembut hati.
  4. Tipe Developer (Pembangun), adalah tipe seorang pemimpin yang kreatis, dinamis, baik dalam pelimpahan wewenang, juga percaya kepada para bawahannya.
  5. Tipe Otokrat, adalah tipe seorang pemimpin yang tegas tetapi cenderung kasar, sedikit bersifat diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, angkuh dan bandel.
  6. Tipe Benevolent Autocrat(Otokrat Yang Baik), adalah tipe seorang pemimpin yang baik, lancar dan tertib dalam melaksanakan peraturan juga ahli dalam mengorganisir.
  7. Tipe Compromiser (Pengkompromi), adalah tipe seorang pemimpinyang sifatnya mudah berubah (tidak tetap) pendirian dan lemah dalam mengambil keputusan.
  8. Tipe Eksekutif, adalah tipe seorang pemimpin yang dapat memberikan motivasi serta menjadi contoh, tekun, pandangan serta wawasannya cukup luas.
  9. Tipe kharismatik, adalah tipe seorang pemimpin yang mempunyai kelebihan daya tarik dan pembawaan tinggi. Dianggap oleh para pengikut/bawahannya, bahwa pemimpin tipe ini mempunyai kelebihan, kekuatan yang luar biasa yang dapat mebuat orang banyak kagum.
  10. Tipe paternalistic, atau kebapakan adalah yang mempunyai sifat kebapakan, suka melindungi tetapi jarang memberi kesempatan, banyak mengambil keputusan sendiri, atau suka berinisiatif, banyak fantasi, dan tidak mudah percaya pada orang lain.
  11. Tipe Militeristis, adalah tipe seorang pemimpin yang suka memrintah, menghendaki kepatuhan yang mutlak/ sepenuhnya dari bawahan/anggotanya, banyak unsure formalitas kerja serta disiplin yang kaku.
  12. Tipe administrative, adalah tipe seorang pemimpin yang baik dalam menyelenggarakan administrative, seperti ketatausahaan yang rapih, berfikir efektif dan efisien.
d.      Syarat-Syarat Kepemimpinan
Hal ini dikaitkan dengan tiga hal yang penting, yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu:
  1. Kekuasaan
  2. Kewibawaan
  3. Kemampuan
Selain itu pula harus diperhatikan penguasaan konsep-konsep, potensi yang dimiliki serta motivasi yang dapat di tumbuhkan (kadang-kadang) ambisi juga diperlukan).
Kepemimpinan harus mempunyai unsure kemampuan untuk mempengaruhi orang lain (bawahan/ kelompoknya) untuk melakukan suatu pekerjaan dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
e.      Teknik Kepemimpinan.
Dengan kemempuan dan ketrampilan teknis secara sosial, seorang pemimpin dapat menerapkan teori-teori kepemimpinan pada kegiatan sehari-harinya. Beberapa teknik kemimpinan meliputi beberapa kategori, yaitu :
  1. Etika profesi pemimpin yaitu kewajiban yang dimiliki seorang pemimpin, bagaimana seharusnya tingkah laku seorang pemimpin dan mengemangkan moralnya.
  2. Dinamika kelopok, yaitu terjadinya interaksi (hubungan timbal balik) antar setiap anggota kelompoknya.
  3. Komunikasi, arus infomasi dan emosi yang tepat, peyampaian persaan, pikiran dan kehendak kepada individu(kelompok) lain.
  4. Pengambilan keputusan (Decision making) adalah suatu hal yang sangat penting bagi seorang pemimpiin walaupun sebenarnya cukup sulit.
  5. Ketrampilan berdiskusi (melakukan kompromi), diskusi berasal dari bahasa latin (Disccucio) yang artinya memecahkan dalam berbagai potongan (bagian). Artinya diskusi itu bertujuan untuk memecahkan masalah untuk mencari jalan keluarnya denga mengambil kesimpulan.
f.        Sifat-sifat Pemimpin.
Pemimpin itu harus mempunyai sifat-sifat yang baik antara lain:
  1. Kuat mental dan fisiknya.
  2. Bersemangat.
  3. Ramah-tamah dan kasih saying.
  4. Jujur
  5. Mempunyai kemampuan (ketrampilan).
  6. Tegas dan cepat dalam mengambil keputusan.
  7. Cerdas dan bijaksana
  8. Berpengalaman
  9. Dapat dipercaya
  10. Dapat Mengendalikan emosinya (stabil)
  11. Bersifat obyektif dan adil
  12. bisa memberi perintah, celaan, pujian, dan koreksi.
  13. Bisa menerima saran atau kritik.
  14. Memperhatikan kelompoknya.
  15. Menciptkan disiplin, dengan memberi contoh.
Sumber : Makalah kelompok IV

Pendapat :
Menurut saya kepempimpinan tidak harus ada di dalam suatu lingkup perusahaan besar. Kepemimpinan dapat di mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dll. contohnya dalam diri sendiri yaitu kita mampu mengatur hidup kita sedemikian untuk dapat mencapai suatu tujuan, dan kita dapat menerapan kedispilinan dalam diri kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar