TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
NAMA : SINTHA FEBIYANTI
NPM : 36111779
KELAS : 3DB11
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014
I.
MENGENAL
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
A.
PROSES BISNIS DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Dalam bab ini memiki 2 istilah
penting yaitu (1) proses bisnis dan (2) system informasi.
Proses bisnis (business
processes) adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis
untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Para akuntan
menggunakan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi. Siklus
Transaksi (transaction cycles) mengelompokkan kejadian-kejadian yang
terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Kejadian
(events) adalah aktivitas yang terjadi pada suatu waktu tertentu.
Terdapat tiga siklus transaksi utama :
·
Siklus pemerolehan/pembelian
(acquisition/purchasing cycle) adalah proses pembelian dan pembayaran untuk barang
dan jasa.
·
Siklus konversi (conversation cycle) adalah
proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang dan jasa.
·
Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah proses
menyediakan barang/jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem yang menangkap
data tentang satu organisasi, menyimpan dan memelihara data, serta menyediakan
informasi yang berguna bagi manajemen, SIM disini juga dapat dipandang sebagai
bagian dari SIM organisasi.
B.
LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
System informasi akuntansi itu
adalah suatu subsistem dari SIM yang menyediakan informasi akuntansi dan
keuangan, serta informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas
transaksi akuntansi. SIA menelusuri sejumlah besar informasi yang mengenai
penjualan, penjualan dalam unti, mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian,
penerimaan barang, pembayaran, gaji, dan jam kerja. Banyak perusahan kini
berusaha untuk mengkonversi system informasi mereka yang terpencar menjadi
system perencanaan sumber daya perusahaan (ERP System).
C.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTASI
o Membuat
Laporan Eksternal
Perusahaan
menggunakan system informasi akuntasi untuk menghasilkan laporan khusus untuk
memenuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, dan
badan-badan pemerintah yang lainnya.
Laporan
tersebut mengikuti suatu struktur yang ditetapkan oleh oraganisasi-organisasi
seperti : Financial Accounting Standard Board, Securities and Exchange
Commission, Internal Revenue Service.
o Mendukung
Aktivitas Rutin
Para
manager memerlukan satu system informasi akuntansi untuk menangani aktivitas
operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan. Misalnya, menerima pesanan
pelanggan, mengirimkan barang dan jasa, membuat faktur penagihan pelanggan, dan
menagih kas ke pelanggan.
o Mendukung
Pengambilan Keputusan
Informasi
juga diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada
semua tingkat dari suatu informasi. Misalnya, mengetahui produk yang
penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling banyak melakukan pembelian.
Informasi ini penting untuk merencanakan produk baru, memutuskan produk yang
harus disediakan, dipasarkan kepelanggan.
o Perencanaan
dan Pengendalian
Suatu
system informasi juga diperlukan untuk aktivitas perancangan dan pengendalian.
Sebagai contoh, analisis pendapatan dan beban bisa dilakukan ditingkatan produk
secara individu.
o Menerapkan
Pengendalian Internal
Mencakup
kebijakan, prosedur, dan system informasi yang digunakan untuk melindungi
asset-aset perusahaan dari kerugian/korupsi dan untuk memelihara keakuratan
data keuangan. Misalnya, satu system informasi dapat menggunakan kata sandi
(password) untuk melindungi data, dan tuntuk mencegah individu untuk mengakses
data.
D.
APLIKASI DAN PERANTI LUNAK AKUNTANSI
Cara lain untuk penggambaran SIA adalah dengan menerapkan
aplikasi akuntansilah yang mengatur informasi. Pada umumnya, aplikasi-aplikasi
akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Interaksi antara system
informasi akuntansi dan seorang pengguna terutama terdiri dari :
-
Pencatatan kejadian
-
Pengentrian informasi tentang pemasok
-
Pencetakan dokumen
-
Pencetakan laporan
-
Pelaksanaan permintaan informasi khusus
E.
PERAN AKUNTANSI DALAM HUBUNGAN DENGAN SIA
Cara lain untuk memahami system informasi akuntansi adalah
dengan mempertimbangkan hubungan antara system informasi akuntansi dan
pekerjaan akuntan.
o Akuntan
Sebagai Pengguna
Para akuntan dan manager keuangan menggunakan system
akuntansi untuk semua fungsi yang dibahas sebelumnya (menyusun laporan
eksternal, menangani transaksi rutin, dll). Dengan memahami fitur dan fungsi
umum piranti lunak akuntasi saat ini akan membuat pemakaian paket akuntansi
yang spesifik di tempat kerja dimasa depan menjadi lebih mudah.
o Akuntan
Sebagai Manager
Para manager bertanggungjawab mengatur karyawan dan sumber
daya untuk membantu suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Dalam organisasi
kecil,tanggungjawab manager akuntansi tidak hanya mengatur pencatatan dan
pelaporan informasi akuntansi, tetapi juga mengelola system informasi secara
keseluruhan.
Direktur keuangan dan kontroler adalah anggota penting dari
tim perncanaan strategis dalam suatu organisasi.
o Akuntan
Sebagai Konsultan
Akuntan yang berpengalaman dapat menyediakan jasa konsultan
di dalam banyak bidang, termasuk system informasi, perncanaan keuangan
perorangan, akuntasi internasional, akuntansi forensic. Sebagaimana telah
disebutkan sebelumnya, memberi konsultasi dan merncang system memerlukan suatu
pengetahuan tentang proses bisnis, resiko dan pengendalian, serta teknologi
informasi.
o Akuntan
Sebagai Evaluator
-
Auditor Internal : mengevaluasi berbagai unit di dalam
suatu organisasi untuk menentukan apakah unti itu telah mencapai misinya secara
efisien dan efektif.
-
Auditor Eksternal : perusahaan membayar kantor akuntan
public untuk mengaudit laporan keuangan mereka untuk memenuhi ketentuan hokum
dan untuk mengambahkan kreadibilitas atas laporan keuangan mereka.
-
Peran Evaluatif Lainnya : para akuntan memperluas
peran mereka sebagai evaluator dengan menyediakan berbagai macam jasa
assurance.
o Akuantan
Sebagai Penyedia Jasa Akuntasi Dan Perpajakan
Akuntan menggunakan piranti lunak akuntasi guna menyusun
laporan keuangan untuk klien-klien kecil dan piranti lunak perpajakan guna
memberikan jasa perpajakan untuk klien-klien mereka.
F.
KESIMPULAN BAB 1
Bab 1 ini membahas lingkup dari SIA. Dalam hal lingkup SIA,
SIA dapat dipandang sebagai peragkat system informasi manajemen dan menyediakan
informasi akuntasi dan keuangan serta informasi lain yang diperoleh dari
pengolahan rutin transaksi akuntansi.
Penggunaan system informasi akuntansi juga dibahas. Telah
didapatkan bahwa SIA digunakan untuk :
-
Menghasilkan laporan-laporan eksternal
-
Mendukung aktivitas operasi rutin
-
Mendukung ketentuan-ketentuan informasi untuk
pengambilan keputusan
-
Mendukung perncanaan dan pengendalian
-
Menyediakan pengendalian internal.
Hubungan antara SIA dengan pekerjaan yang dilakukan oleh para
akunntan yaitu bahwa akuntan berinteraksi dengan SIA sebagai penggunaan,
manager, konsultan, evaluator, serta penyedia jasa akuntasi dan perpajakan.
II.
PROSES
BISNIS DAN DATA SIA
System akuntansi bersifat kompleks, dan banyak keahlian
diperlukan untuk mengevaluasi SIA. Akuntan perlu untuk meninjau ulang
dokumentasi, melakukan wawancara, dan mengganti transaksi-transaksi untuk
memahami system akuntansi klien. Mereka juga perlu untuk :
-
Mengetahui informasi apa yang harus dicari
-
Mengetahui dimana mereka bisa mendapatkan informasi
-
Mengembangkan rencana untuk memperoleh informasi
-
Menyusun informasi dengan cara yang penuh arti
A.
PROSES DAN KEJADIAN BISNIS
Proses bisnis merupakan seperangkat aktivitas yang dilakukan
oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan
jasa.
Siklus
Transaksi mengelompokkan kejadian terkait yang pada umumnya terjadi
dalam suatu urutan tertentu. Kejadian
adalah berbagai hal yang terjadi pada suatu saat tertentu.
Proses bisnis dapat disusun menjadn3 siklus transaksi utama :
§ Siklus
pemerolehan/pembelian
Mengacu
pada proses pembelian barang dan jasa. Karakteristik siklus ini akan dibahas.
-
Mendiskusikan dengan para pemasok
-
Memproses permintaan
-
Membuat perjanjian dengan pemasok untuk memperoleh
barang dan jasa
-
Membuat per
§ Siklus
konversi
Mengacu
pada proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang dan jasa.
§ Siklus
pendapatan
Mengacu
pada pemerolehan dan pendapatan.
-
Merespon permintaan informasi dari pelanggan
-
Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk
menyediakan barang dan jasa dimasa mendatang
-
Menyediakan barang dan jasa atau mengirim barang ke
pelanggan
-
Menagih pelanggan
-
Melakukan penagihan uang
-
Menyetor uang kebank
-
Menyusun laporan
B.
PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN DALAM PROSES BISNIS
Akuntansi pada dasarnya adalah suatu system informasi, dan
sangat penting bagi para akuntan untuk mengetahui bagaimana system informasi
beroperasi. Pengetahuan sepeti itu memungkinkan jasa konsultasi dan desain
system, serta untuk memenuhi peran mereka sebagai evaluator dan auditor.
Para akuntan harus terbiasa dengan proses bisnis sebelum
mereka dapat mengevaluasi atau mendesain suatu system informasi akuntansi.
·
Pedoman Mengakui Kejadian
Pedoman 1 :
kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang
atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi tanggung jawab terhadap
suatu aktivitas.
Pedoman 2 : abaikan
aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan agen internal.
Pedoman 3 : kenali
suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal
ke agen internal lainnya.
Pedoman 4 : kenali
kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/interupsi dan dilanjutkan kemudian
oleh agen internal yang sama. Setelah inetrupsi seseorang diluar
organisasi/proses itu mungkin memulai proses tsb. Sebagai alternative, proses
itu dapat dilanjutkan pada suatu waktu yang sudah dijadwalkan.
Pedoman 5 : gunakan
satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sikap umum dari kejadian itu.
C.
PENGORGANISASIAN DATA DALAM SIA
Satu motivasi penting untuk mengidentifikasi kejaidan dari
uraian naratif mengenai suatu proses bisnis, adalah bahwa data SIA berhubungan
erat dengan kejadian.
Secara singkat akan dikaji ulang system manual untuk mencatat
informasi akuntansi sebelum menjelaskan bagaimana data diorganisasikan dalam
SIA terkomputerisasi modern.
ü Sistem
Manual Untuk Siklus Pendapatan Dan Buku Besar
Kejadian yang mempengaruhi buku besar terjadi dari
kejadian-kejadian, yaitu menerima dan mencatat pesanan penjualan, pengiriman,
pembuatan pesanan pembelian, dan penerimaan kas.
Pengorganisasian data dengan menggunakan dokumen, sumber,
jurnal dan buku besar. Dalam SIA manual yang tradisional, informasi tentang
kejadian bisnis pertama ditangkap adalah dokumen sumber.
ü Arsip Dalam
SIA Yang Terkomputerisasi
Bagaimana ini menunjukkan bagaimana data diorganisasi dalam
SIA yang terkomputerisasi secara singkat memperkenalkan konsep penting mengenai
file yang perlu anda pelajadi tentang bagaimana data diorganisasi dalam suatu
system yang terkomputerisasi.
-
Entity (entitas)
-
Field
-
Record
-
File
-
Transaction File
-
Master File
-
Reference Data
-
Reference Field
-
Summary Data
-
Summary Field
D.
JENIS-JENIS FILE DAN DATA
Dua jenis penting dari file data adalah : file induk dan file
transaksi. Seorang akuntan, baik dalam peran perangcangan atau penilai, perlu
mengetahui informasi apa yang disimpan dan bagaimana cara pengorganisasiannya.
Dalam memperlajari SIA, seorang perlu memperhatikan file
induk dan file transaksi yang mendukung proses bisnis tertentu.
1.
File Induk
File induk mempunyai ciri-ciri berikut :
·
File induk menyimpan data yang relative permanen
mengenai agen eksternal, agen internal, atau barang dan jasa, misalnya :
-
File Persediaan (barang dan jasa)
-
File Pelanggan (agen eksternal)
-
File Karyawan (agen internal)
·
File induk tidak menyediakan perincian mengenai
transaksi individual.
·
Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik
sebagai acuan (data deskriptif yang permanen) atau ringkasan (data yang diubah
ketika kejadian).
·
Barang dan jasa, barang dan jasa diperoleh, dibuat
atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi.
·
Agen eksternal, orang-orang atau unit organisasi yang
berada diluar perusahaan
·
Agen internal, orang-orang atau unit organisasi yang berada
didalam perusahaan
2.
File
Transaksi
·
File transaksi menyimpan data tentang kejadian :
pesanan, pengiriman, penagihan kas.
·
File transaksi biasanya mencakup suatu field untuk
tanggal transaksi.
·
File transaksi biasanya mencakup informasi tentang
kuantitas dan harga.
·
Ingat bahwa kejadian berlangsung dalam suatu urutan
tertentu didalam siklus pendapatam dan pemerolehan.
3.
Hubungan
Antara File Induk dan File Transaksi
Antara file induk dan file transaksi
memiliki hubungan yang erat, karena keduanya saling keterkaitan untuk
mengciptakan proses bisnis.
File transaksi merupakan file
pendukung dari file induk.
4.
Manfaat
Pemisahan Informasi kedalam Record Induk dan Transaksi
Ketika mencatat perincian pesanan
dalam File Perincian_Pesanan, petugas pencatatan pesanan hanya perlu memasukkan
ISBN dan kuantitas yang diinginkan.
Pemahaman mengenai bagaimana file
induk dan transaksi bekerja sama adalah penting untuk meneliti suatu aplikasi
akuntansi dan harus dicapai dalam konteks proses bisnis yang sedang dipelajari.
E.
KEJADIAN DAN AKTIFITAS
-
Pencatatan
Pencatatan
mengacu pada penyiapan dokumen sumber
daya atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi. Kadang, suatu
dokumendibuat pada permulaan ataupun akhir dari suatu sesi pencatatan.
-
Pembaruan
Pembaruan
mengacu pada tindakan pengubahan data iktisar di suatu file induk untuk
mencerminkan pengaruh dari kejadian.
-
Pemeliharaan
File
Aktifitas
pemeliharaan file menangkap atau mengorganisasi data acuan tentang file induk.
F.
KESIMPULAN BAB 2
Para akuntan sebagai evaluator dan perancangan perlu
memahami proses-proses bisnis perusahaan dan bagaimana data diorganisasikan
untukmendukung proses-proses tersebut.
Tiga jenis proses penting adalah siklus pemerolehan,
konversi dan pendapatan. Fungsi khusus dalam siklus pemerolehan meliputi
perjanjian dengan para pemasok, dan menerima kas.
Data dapat diorganisasikan dalam banyak cara, pada
system manual, dokumen sumber, jurnal, buku besar, dan buku pembantu digunakan.
Pada system yang terkomputerisasi pada umumnya perusahaan menggunakan dokumen
sumber dann file data.
Dua jenis penting dari file data adalah file induk dan
file transaksi. File induk dibuat untuk menyimpan data acuan tentang barang dan
jasa serta agen interdan dan agen eksternal, sedangkan file transaksi digunakan
untuk menyimpan informasi tentang kejadian seperti pesanan, pengiriman, dan
penagihan kas.
III.MENDOKUMENTASIKAN
SISTEM AKUNTANSI
A. DIAGRAM
AKTIVITAS UML
Ada beberapa teknik untuk mendokumentasikan dokumen.
Dalam pembahasan ini digunakan Unified
Modeling Language (UML), suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan,
memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasikan suatu system informasi. UML
dikembangkan sebagai suatu alat untuk analisis dan desain berorientasi objek.
UML dapat digunakan untuk memahami dan mendokumentasikan setiap system
informasi. Ini merupakan standard terbuka yang menjadikannya sebagai bahan
permodelan yang umum di industry. Standard ini terus dikembangkan dan diperbaharui
dengan pengawasan dan control dari Object
Management Group (OMG), sebuah keanggotaan terbuka, konsorsium yang tidak berorientasi
laba dari perusahaan dalam industry computer.
Diagram
Aktivitas UML memainkan peran sebagai “peta” dalam memahami sebuah bisnis dengan menunjukkan urutan
aktivitas didalam proses.
o Over Activity Diagram dan Diagram Detailed Activity
-
Overview
Diagram : menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis
dengan mendokumentasikan kejadian penting, urutan kejadian dan aliran informasi
antar kejadian.
-
Detailed
Diagram : diagram ini menyediakan suatu penyajian yang lebih detail
dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadian yang ditujukan
pada overview diagram.
B.
MEMAHAMI OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM
-
Menerima pesanan
-
Menyiapkan makanan
-
Menyajikan makanan
-
Mencatat penjualan
-
Menutup register
-
Rekonsiliasi
Memisahkan aktivitas atau kejadian menurut orang atau
department yang bertanggung jawab atas kejadian tsb :
§ Agen diluar
organisasi ini
§ System
computer digunakan untuk mencatat dan memperoleh data SIA
§ Lingkaran
penuh yang menunjukkan awal proses
§ Enam
kejadian ditunjukkan oleh segiempat panjang
§ Ingat bahwa
teks berfokus pada karyawan/department yang bertanggung jawab di dalam
organisasi pada saat mengidentifikasi kejadian
§ Kejadian 1
dimulai ketika pelanggan melakukan pemesanan
§ Kejadian 4
dimulai ketika pelanggam mengambil nota penjualan yang terisi lengkap
§ Tindakan
pelanggan disebut sebagai pemicu yang menyebabkan satu agen didalam organisasi
itu untuk melakukan beberapa tindakan
§ Garis
dengan panah digunakan untuk menunjukkan urutan kejadian
§ Teks
digunakan symbol dokumen untuk menunjukkan dokumen sumber dan laporan
§ Garis
putus-putus dan panah digunakan untuk menunjukkan aliran informasi
§ Garis
putus-putus digunakan untuk menyambung kejadian dan table
§ Symbol mata
banteng digunakan untuk menunjukkan akhir proses
C.
MEMBUAT OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM
Langkah
Pendahuluan :
1.
Membaca uraian narasi dan mengidentifikasi kejadian
penting.
2.
Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas
memnunjukkan batas kejadian dan nama kejadian
Langkah
Untuk Membuat Diagram Aktivitas :
3.
Menunjukkan agen yang terlibat didalam proses bisnis
dengan menggunakan swimlanes
4.
Membuat diagram untuk masing-masing aktivitas
5.
Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan didalam
proses bisnis
6.
Menggambar table (file) yang dibuat dan digunakan
didalam proses bisnis
D.
MEMAHAMI DETAILED ACTIVITY DIAGRAM
-
Memeriksa informasi di dalam file computer
-
Membandingkan dokumen
-
Membuat data acuan tentang entitas
-
Memperbaharui informasi tentang entitas
-
Menyusun laporan/mencetak dokumen
E.
MEMBUAT DETAILED ACTIVITY DIAGRAM
1.
Tambah penjelasan naratif untuk menunjukan aktivitas
2.
Buatlah table arus kerja
3.
Identifikasilah diagram terperinci yang dilakukan
4.
a. buatlah swimlane untuk agen yang terlibat pada satu
atau bebrapa kejadian yang ditujukan pada detailed diagram
b.
tambahkan segiempat panjang unruk setiap aktivitas didalam kejadian yang
didokumentasi pada detailed diagram
c. gunakan
garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas
d. atur
dokumen yang dibuat/digunakan oleh aktivitas didalam diagram
e. gunakan
garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen
f.
dokumentasikan setiap table yang dibuat, dimodifikasi atau digunakan oleh
aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom computer
g. gunakan
garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan table
F.
OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM DAN DETAILED ACTIVITY
DIAGRAM
Berikut ini adalah dokumentasi diagram aktifitas UML
yang disediakan :
-
Anotasi narasi yang menunjukkan kejadian dan aktivitas
-
Tablel arus kerja
-
Overview
activity diagram untuk proses pendapatan
-
Detailed activity diagram
G.
KESIMPULAN BAB 3
Penting bahwa para akuntan memahami suatu proses
bisnis, konteks dimana system informasi dibuat dan digunakan.
Bab ini, ditunjukkan bagaimana cara menyajikan
kejadian secara grafis dengan menggunakan diagram activitas UML. Tanggung jawab
dan kejadian dalam proses. Karna berbagai derajat perincian ajan dibutuhkan,
tergantung pada penggunaannya, dua tingkat diagram aktivitas dikembangkan,
yaitu overview diagram dan detailed diagram.
IV.
MENGIDENTIFIKASI
RISIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS
Pengendalian Internal Dan Peran
Akuntan
Pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi
oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, yang dirancang
untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran.
Kategori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi; keandalan
pelaporan keuangan; dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Pemahaman yang baik mengenai pengadilan internal penting bagi
akuntansi yang berperan sebagai manajer, pengguna, perancang, dan evaluator
sistem akuntansi.
Kerangka Kerja Dalam Mempelajari Pengendalian Internal;
Komponen Dan Sasaran Pengendaian Internal
Komponen Pengendalian Internal pada laporan COSO
1. Lingkungan pengendalian
2. Penentuan risiko
3. Aktivitas pengendalian
4. Informasi dan akuntansi
5. Pengawasan
Sasaran Pengendalian Internal
Pemangku kepentingan yang berbeda (pemegang
saham,manajer,pelanggan dan karyawan) mungkin memiliki tujuan yang
berbeda-beda. Pemegang saham utamanya mungkin berhubungan dengan pangsa pasar,
penjualan, dan kepuasan pelanggan. Sasaran pengendalian internal yang
disebutkan di laporan COSO mencakup berikut ini :
-
Efektivitas
dan efisiensi operasi
-
Keandalan
pelaporan keuangan
Sasaran Pelaksanaan. Pada siklus pendapatan, pelaksanaan
mengacu pada penyerahan barang atau jasa serta penerimaan dan penanganan kas.
Sasaran Sistem Informasi. Sasaran sistem informasi
memfokuskan kepada pencatatn, pembaruan, dan pelaporan informasi akuntansi.
Sasaran Perlindungan Aset. Fokus utama kita adalah pada
sasaran pelaksanaan dan sistem informasi.
Sasaran kinerja. Sasaran kinerja memfokuskan pada pencapaian
kinerja yang memuaskan dari organisasi, orang, departemen, barang, atau jasa.
Penentuan Risiko Pelaksanaan : Siklus Pendapatan
Risiko pelaksanaan mencakup risiko tidak tepatnya pelaksanaan
transaksi. Mengembangkan pengendaian untuk mengurangi risiko.
Menerapkan pengendalian. Setelah menentukan penyebab
potensial terjadinya risiko, pengendalian internal yang tepat harus diterapkan.
Penelitian Risiko Sistem Informasi
Memfokuskan pada risiko sistem informasi atau risiko
kesalahan pada sistem informasi perusahaan melalui pencatatan, pembaruan, atau
pelaporan data yang tidak tepat.
Pencatatan Risiko
Pencatatan risiko adalah menyatakan risiko yang tidak tangkap
informasi kejadian secara akurat dalam sistem informasi organisasi. Kesalahan
dalam pencatatan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Memperbarui Risiko
Pembaruan risiko adalah risiko bahwa field ringkasan dalam
catatan induk tidak diperbaharui dengan tepat. Memperbaharui kesalahan bisa
jadi sangat mahal.
Risiko Pengendalian
Setelah risiko kerugian atau kesalahan yang signifikan telah
diidentifikasi evaluator harus memerhatikan cara-cara untuk mengendalikan
risiko.
Pengendalian Arus Kerja
1. Pemisahan tugas
Pemisahan tugas antar agen internal
merupakan konsep ini dalam medesain aktivitas pengendalian internal.
2. Penggunaan Informasi Manajemen
Kejadian Sebelumnya untuk Mengendalikan Aktivitas
Informasi mengenai kejadian
sebelumnya dapat berasal dari dokumen atau record komputer.
3. Urutan Kejadian yang Diharuskan
Dibanyak kasus organisasi memiliki
kebijakan yang mengharuskan suatu proses untuk mengikuti urutan tertentu.
4. Menindaklanjuti Kejadian
Organisasi harus memiliki cara
otomatis atau manual untuk menelaah transaksi yang belum disimpulkan.
5. Dokumen Bernomer Urut
Memberi nomer urut pada dokumen
memberikan peluang untuk mengendalikan kejadian.
6. Pencatatan Agen Internal yang
Bertanggung Jawab atas Kejadian dalam Suatu Proses
Agen internal ditunjuk sebagai
penanggung jawab sebagian besar kejadian.
7. Pembatasaan Akses ke Aset dan
Informasi
Cara penting untuk memproteksi aset,
seperti kas, persediaan, peralatan, dan data adalah membatasi akses hanya untuk
karyawan yang memerlukannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
8. Rekonsiliasi Catatan dengan Bukti
Fisik Aset
Aktivitas rekonsiliasi digunakan oleh
organisasi untuk memastikan bahwa kejadian dan data file induk yang tercatat
sesuai dengan aset yang sebenernya.
Penelaahan kinerja
Penelaahan Kinerja mengukur kinerja dengan membandingkan data
aktual dengan anggaran, proyeks, atau data periode lalu. Record induk dan
penelaahan kinerja. Penelaahan kinerja dan aktivitas pemeliharaan file saling
berkaitan dalam dua cara. Pertama, angka-angka standar dan anggaran (data
acuan)biasanya dicatatselama aktivitas pemeliharaan file di record induk.
Kedua, data ringkasaan yang disimpan di record untuk sering kali digunakan
untuk menerapkan tindakan perbaikan.