Kamis, 17 Oktober 2013

Sistem Informasi Akuntansi

                                                           

TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


NAMA : SINTHA FEBIYANTI
NPM : 36111779
KELAS : 3DB11








UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014

            I.            MENGENAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

A.    PROSES BISNIS DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Dalam bab ini memiki 2 istilah penting yaitu (1) proses bisnis dan (2) system informasi.
Proses bisnis (business processes) adalah urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Para akuntan menggunakan proses bisnis perusahaan dalam bentuk siklus transaksi. Siklus Transaksi (transaction cycles) mengelompokkan kejadian-kejadian yang terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Kejadian (events) adalah aktivitas yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Terdapat tiga siklus transaksi utama :
·         Siklus pemerolehan/pembelian (acquisition/purchasing cycle) adalah proses pembelian dan pembayaran untuk barang dan jasa.
·         Siklus konversi (conversation cycle) adalah proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang dan jasa.
·         Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah proses menyediakan barang/jasa untuk para pelanggan dan menagih uangnya.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem yang menangkap data tentang satu organisasi, menyimpan dan memelihara data, serta menyediakan informasi yang berguna bagi manajemen, SIM disini juga dapat dipandang sebagai bagian dari SIM organisasi.
B.     LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
System informasi akuntansi itu adalah suatu subsistem dari SIM yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, serta informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi. SIA menelusuri sejumlah besar informasi yang mengenai penjualan, penjualan dalam unti, mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran, gaji, dan jam kerja. Banyak perusahan kini berusaha untuk mengkonversi system informasi mereka yang terpencar menjadi system perencanaan sumber daya perusahaan (ERP System).
C.      PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTASI
o   Membuat Laporan Eksternal
Perusahaan menggunakan system informasi akuntasi untuk menghasilkan laporan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, dan badan-badan pemerintah yang lainnya.
Laporan tersebut mengikuti suatu struktur yang ditetapkan oleh oraganisasi-organisasi seperti : Financial Accounting Standard Board, Securities and Exchange Commission, Internal Revenue Service.
o   Mendukung Aktivitas Rutin
Para manager memerlukan satu system informasi akuntansi untuk menangani aktivitas operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan. Misalnya, menerima pesanan pelanggan, mengirimkan barang dan jasa, membuat faktur penagihan pelanggan, dan menagih kas ke pelanggan.
o   Mendukung Pengambilan Keputusan
Informasi juga diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tidak rutin pada semua tingkat dari suatu informasi. Misalnya, mengetahui produk yang penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling banyak melakukan pembelian. Informasi ini penting untuk merencanakan produk baru, memutuskan produk yang harus disediakan, dipasarkan kepelanggan.
o   Perencanaan dan Pengendalian
Suatu system informasi juga diperlukan untuk aktivitas perancangan dan pengendalian. Sebagai contoh, analisis pendapatan dan beban bisa dilakukan ditingkatan produk secara individu.
o   Menerapkan Pengendalian Internal
Mencakup kebijakan, prosedur, dan system informasi yang digunakan untuk melindungi asset-aset perusahaan dari kerugian/korupsi dan untuk memelihara keakuratan data keuangan. Misalnya, satu system informasi dapat menggunakan kata sandi (password) untuk melindungi data, dan tuntuk mencegah individu untuk mengakses data.

D.    APLIKASI DAN PERANTI LUNAK AKUNTANSI

Cara lain untuk penggambaran SIA adalah dengan menerapkan aplikasi akuntansilah yang mengatur informasi. Pada umumnya, aplikasi-aplikasi akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Interaksi antara system informasi akuntansi dan seorang pengguna terutama terdiri dari :
-          Pencatatan kejadian
-          Pengentrian informasi tentang pemasok
-          Pencetakan dokumen
-          Pencetakan laporan
-          Pelaksanaan permintaan informasi khusus


E.     PERAN AKUNTANSI DALAM HUBUNGAN DENGAN SIA

Cara lain untuk memahami system informasi akuntansi adalah dengan mempertimbangkan hubungan antara system informasi akuntansi dan pekerjaan akuntan.

o   Akuntan Sebagai Pengguna
Para akuntan dan manager keuangan menggunakan system akuntansi untuk semua fungsi yang dibahas sebelumnya (menyusun laporan eksternal, menangani transaksi rutin, dll). Dengan memahami fitur dan fungsi umum piranti lunak akuntasi saat ini akan membuat pemakaian paket akuntansi yang spesifik di tempat kerja dimasa depan menjadi lebih mudah.
o   Akuntan Sebagai Manager
Para manager bertanggungjawab mengatur karyawan dan sumber daya untuk membantu suatu organisasi dalam mencapai tujuan. Dalam organisasi kecil,tanggungjawab manager akuntansi tidak hanya mengatur pencatatan dan pelaporan informasi akuntansi, tetapi juga mengelola system informasi secara keseluruhan.
Direktur keuangan dan kontroler adalah anggota penting dari tim perncanaan strategis dalam suatu organisasi.
o   Akuntan Sebagai Konsultan
Akuntan yang berpengalaman dapat menyediakan jasa konsultan di dalam banyak bidang, termasuk system informasi, perncanaan keuangan perorangan, akuntasi internasional, akuntansi forensic. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, memberi konsultasi dan merncang system memerlukan suatu pengetahuan tentang proses bisnis, resiko dan pengendalian, serta teknologi informasi.
o   Akuntan Sebagai Evaluator
-          Auditor Internal : mengevaluasi berbagai unit di dalam suatu organisasi untuk menentukan apakah unti itu telah mencapai misinya secara efisien dan efektif.
-          Auditor Eksternal : perusahaan membayar kantor akuntan public untuk mengaudit laporan keuangan mereka untuk memenuhi ketentuan hokum dan untuk mengambahkan kreadibilitas atas laporan keuangan mereka.
-          Peran Evaluatif Lainnya : para akuntan memperluas peran mereka sebagai evaluator dengan menyediakan berbagai macam jasa assurance.
o   Akuantan Sebagai Penyedia Jasa Akuntasi Dan Perpajakan
Akuntan menggunakan piranti lunak akuntasi guna menyusun laporan keuangan untuk klien-klien kecil dan piranti lunak perpajakan guna memberikan jasa perpajakan untuk klien-klien mereka.



F.     KESIMPULAN BAB 1

Bab 1 ini membahas lingkup dari SIA. Dalam hal lingkup SIA, SIA dapat dipandang sebagai peragkat system informasi manajemen dan menyediakan informasi akuntasi dan keuangan serta informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin transaksi akuntansi.
Penggunaan system informasi akuntansi juga dibahas. Telah didapatkan bahwa SIA digunakan untuk :
-          Menghasilkan laporan-laporan eksternal
-          Mendukung aktivitas operasi rutin
-          Mendukung ketentuan-ketentuan informasi untuk pengambilan keputusan
-          Mendukung perncanaan dan pengendalian
-          Menyediakan pengendalian internal.
Hubungan antara SIA dengan pekerjaan yang dilakukan oleh para akunntan yaitu bahwa akuntan berinteraksi dengan SIA sebagai penggunaan, manager, konsultan, evaluator, serta penyedia jasa akuntasi dan perpajakan.






















                                                                                                        II.            PROSES BISNIS DAN DATA SIA

System akuntansi bersifat kompleks, dan banyak keahlian diperlukan untuk mengevaluasi SIA. Akuntan perlu untuk meninjau ulang dokumentasi, melakukan wawancara, dan mengganti transaksi-transaksi untuk memahami system akuntansi klien. Mereka juga perlu untuk :
-          Mengetahui informasi apa yang harus dicari
-          Mengetahui dimana mereka bisa mendapatkan informasi
-          Mengembangkan rencana untuk memperoleh informasi
-          Menyusun informasi dengan cara yang penuh arti

A.    PROSES DAN KEJADIAN BISNIS
Proses bisnis merupakan seperangkat aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa.
Siklus Transaksi mengelompokkan kejadian terkait yang pada umumnya terjadi dalam suatu urutan tertentu. Kejadian adalah berbagai hal yang terjadi pada suatu saat tertentu.
Proses bisnis dapat disusun menjadn3 siklus transaksi utama :
§  Siklus pemerolehan/pembelian
Mengacu pada proses pembelian barang dan jasa. Karakteristik siklus ini akan dibahas.
-                      Mendiskusikan dengan para pemasok
-                      Memproses permintaan
-                      Membuat perjanjian dengan pemasok untuk memperoleh barang dan jasa
-                      Membuat per
§  Siklus konversi
Mengacu pada proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang dan jasa.
§  Siklus pendapatan
Mengacu pada pemerolehan dan pendapatan.
-                      Merespon permintaan informasi dari pelanggan
-                      Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa dimasa mendatang
-                      Menyediakan barang dan jasa atau mengirim barang ke pelanggan
-                      Menagih pelanggan
-                      Melakukan penagihan uang
-                      Menyetor uang kebank
-                      Menyusun laporan

B.     PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN DALAM PROSES BISNIS

Akuntansi pada dasarnya adalah suatu system informasi, dan sangat penting bagi para akuntan untuk mengetahui bagaimana system informasi beroperasi. Pengetahuan sepeti itu memungkinkan jasa konsultasi dan desain system, serta untuk memenuhi peran mereka sebagai evaluator dan auditor.
Para akuntan harus terbiasa dengan proses bisnis sebelum mereka dapat mengevaluasi atau mendesain suatu system informasi akuntansi.

·         Pedoman Mengakui Kejadian
Pedoman 1 : kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi tanggung jawab terhadap suatu aktivitas.

Pedoman 2 : abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan agen internal.

Pedoman 3 : kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal ke agen internal lainnya.

Pedoman 4 : kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/interupsi dan dilanjutkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setelah inetrupsi seseorang diluar organisasi/proses itu mungkin memulai proses tsb. Sebagai alternative, proses itu dapat dilanjutkan pada suatu waktu yang sudah dijadwalkan.

Pedoman 5 : gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sikap umum dari kejadian itu.

C.      PENGORGANISASIAN DATA DALAM SIA

Satu motivasi penting untuk mengidentifikasi kejaidan dari uraian naratif mengenai suatu proses bisnis, adalah bahwa data SIA berhubungan erat dengan kejadian.
Secara singkat akan dikaji ulang system manual untuk mencatat informasi akuntansi sebelum menjelaskan bagaimana data diorganisasikan dalam SIA terkomputerisasi modern.

ü  Sistem Manual Untuk Siklus Pendapatan Dan Buku Besar
Kejadian yang mempengaruhi buku besar terjadi dari kejadian-kejadian, yaitu menerima dan mencatat pesanan penjualan, pengiriman, pembuatan pesanan pembelian, dan penerimaan kas.
Pengorganisasian data dengan menggunakan dokumen, sumber, jurnal dan buku besar. Dalam SIA manual yang tradisional, informasi tentang kejadian bisnis pertama ditangkap adalah dokumen sumber.
ü  Arsip Dalam SIA Yang Terkomputerisasi
Bagaimana ini menunjukkan bagaimana data diorganisasi dalam SIA yang terkomputerisasi secara singkat memperkenalkan konsep penting mengenai file yang perlu anda pelajadi tentang bagaimana data diorganisasi dalam suatu system yang terkomputerisasi.
-          Entity (entitas)
-          Field
-          Record
-          File
-          Transaction File
-          Master File
-          Reference Data
-          Reference Field
-          Summary Data
-          Summary Field

D.    JENIS-JENIS FILE DAN DATA

Dua jenis penting dari file data adalah : file induk dan file transaksi. Seorang akuntan, baik dalam peran perangcangan atau penilai, perlu mengetahui informasi apa yang disimpan dan bagaimana cara pengorganisasiannya.
Dalam memperlajari SIA, seorang perlu memperhatikan file induk dan file transaksi yang mendukung proses bisnis tertentu.

1.      File Induk
File induk mempunyai ciri-ciri berikut :
·         File induk menyimpan data yang relative permanen mengenai agen eksternal, agen internal, atau barang dan jasa, misalnya :
-             File Persediaan (barang dan jasa)
-             File Pelanggan (agen eksternal)
-             File Karyawan (agen internal)
·         File induk tidak menyediakan perincian mengenai transaksi individual.
·         Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai acuan (data deskriptif yang permanen) atau ringkasan (data yang diubah ketika kejadian).
·         Barang dan jasa, barang dan jasa diperoleh, dibuat atau dijual selama kejadian dalam siklus pemerolehan dan pendapatan organisasi.
·         Agen eksternal, orang-orang atau unit organisasi yang berada diluar perusahaan
·         Agen internal, orang-orang atau unit organisasi yang berada didalam perusahaan

2.      File Transaksi
·         File transaksi menyimpan data tentang kejadian : pesanan, pengiriman, penagihan kas.
·         File transaksi biasanya mencakup suatu field untuk tanggal transaksi.
·         File transaksi biasanya mencakup informasi tentang kuantitas dan harga.
·         Ingat bahwa kejadian berlangsung dalam suatu urutan tertentu didalam siklus pendapatam dan pemerolehan.

3.      Hubungan Antara File Induk dan File Transaksi
Antara file induk dan file transaksi memiliki hubungan yang erat, karena keduanya saling keterkaitan untuk mengciptakan proses bisnis.
File transaksi merupakan file pendukung dari file induk.

4.      Manfaat Pemisahan Informasi kedalam Record Induk dan Transaksi
Ketika mencatat perincian pesanan dalam File Perincian_Pesanan, petugas pencatatan pesanan hanya perlu memasukkan ISBN dan kuantitas yang diinginkan.
Pemahaman mengenai bagaimana file induk dan transaksi bekerja sama adalah penting untuk meneliti suatu aplikasi akuntansi dan harus dicapai dalam konteks proses bisnis yang sedang dipelajari.

E.     KEJADIAN DAN AKTIFITAS

-          Pencatatan
Pencatatan mengacu pada penyiapan dokumen sumber daya atau penyimpanan data kejadian dalam file transaksi. Kadang, suatu dokumendibuat pada permulaan ataupun akhir dari suatu sesi pencatatan.
-          Pembaruan
Pembaruan mengacu pada tindakan pengubahan data iktisar di suatu file induk untuk mencerminkan pengaruh dari kejadian.
-          Pemeliharaan File
Aktifitas pemeliharaan file menangkap atau mengorganisasi data acuan tentang file induk.

F.     KESIMPULAN BAB 2

Para akuntan sebagai evaluator dan perancangan perlu memahami proses-proses bisnis perusahaan dan bagaimana data diorganisasikan untukmendukung proses-proses tersebut.
Tiga jenis proses penting adalah siklus pemerolehan, konversi dan pendapatan. Fungsi khusus dalam siklus pemerolehan meliputi perjanjian dengan para pemasok, dan menerima kas.
Data dapat diorganisasikan dalam banyak cara, pada system manual, dokumen sumber, jurnal, buku besar, dan buku pembantu digunakan. Pada system yang terkomputerisasi pada umumnya perusahaan menggunakan dokumen sumber dann file data.
Dua jenis penting dari file data adalah file induk dan file transaksi. File induk dibuat untuk menyimpan data acuan tentang barang dan jasa serta agen interdan dan agen eksternal, sedangkan file transaksi digunakan untuk menyimpan informasi tentang kejadian seperti pesanan, pengiriman, dan penagihan kas.





























                                                                     III.MENDOKUMENTASIKAN SISTEM AKUNTANSI

A.    DIAGRAM AKTIVITAS UML

Ada beberapa teknik untuk mendokumentasikan dokumen. Dalam pembahasan ini digunakan Unified Modeling Language (UML), suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasikan suatu system informasi. UML dikembangkan sebagai suatu alat untuk analisis dan desain berorientasi objek. UML dapat digunakan untuk memahami dan mendokumentasikan setiap system informasi. Ini merupakan standard terbuka yang menjadikannya sebagai bahan permodelan yang umum di industry. Standard ini terus dikembangkan dan diperbaharui dengan pengawasan dan control dari Object Management Group (OMG), sebuah keanggotaan  terbuka, konsorsium yang tidak berorientasi laba dari perusahaan dalam industry computer.
Diagram Aktivitas UML memainkan peran sebagai “peta” dalam memahami sebuah bisnis dengan menunjukkan urutan aktivitas didalam proses.

o   Over Activity Diagram dan Diagram Detailed Activity
-          Overview Diagram : menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian penting, urutan kejadian dan aliran informasi antar kejadian.
-          Detailed Diagram : diagram ini menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubungan dengan satu atau dua kejadian yang ditujukan pada overview diagram.

B.     MEMAHAMI OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM

-          Menerima pesanan
-          Menyiapkan makanan
-          Menyajikan makanan
-          Mencatat penjualan
-          Menutup register
-          Rekonsiliasi

Memisahkan aktivitas atau kejadian menurut orang atau department yang bertanggung jawab atas kejadian tsb :

§  Agen diluar organisasi ini
§  System computer digunakan untuk mencatat dan memperoleh data SIA
§  Lingkaran penuh yang menunjukkan awal proses
§  Enam kejadian ditunjukkan oleh segiempat panjang
§  Ingat bahwa teks berfokus pada karyawan/department yang bertanggung jawab di dalam organisasi pada saat mengidentifikasi kejadian
§  Kejadian 1 dimulai ketika pelanggan melakukan pemesanan
§  Kejadian 4 dimulai ketika pelanggam mengambil nota penjualan yang terisi lengkap
§  Tindakan pelanggan disebut sebagai pemicu yang menyebabkan satu agen didalam organisasi itu untuk melakukan beberapa tindakan
§  Garis dengan panah digunakan untuk menunjukkan urutan kejadian
§  Teks digunakan symbol dokumen untuk menunjukkan dokumen sumber dan laporan
§  Garis putus-putus dan panah digunakan untuk menunjukkan aliran informasi
§  Garis putus-putus digunakan untuk menyambung kejadian dan table
§  Symbol mata banteng digunakan untuk menunjukkan akhir proses

C.     MEMBUAT OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM

Langkah Pendahuluan :
1.      Membaca uraian narasi dan mengidentifikasi kejadian penting.
2.      Membubuhi keterangan pada narasi agar lebih jelas memnunjukkan batas kejadian dan nama kejadian
Langkah Untuk Membuat Diagram Aktivitas :
3.      Menunjukkan agen yang terlibat didalam proses bisnis dengan menggunakan swimlanes
4.      Membuat diagram untuk masing-masing aktivitas
5.      Menggambar dokumen yang dibuat dan digunakan didalam proses bisnis
6.      Menggambar table (file) yang dibuat dan digunakan didalam proses bisnis

D.    MEMAHAMI DETAILED ACTIVITY DIAGRAM

-          Memeriksa informasi di dalam file computer
-          Membandingkan dokumen
-          Membuat data acuan tentang entitas
-          Memperbaharui informasi tentang entitas
-          Menyusun laporan/mencetak dokumen

E.     MEMBUAT DETAILED ACTIVITY DIAGRAM

1.      Tambah penjelasan naratif untuk menunjukan aktivitas
2.      Buatlah table arus kerja
3.      Identifikasilah diagram terperinci yang dilakukan
4.      a. buatlah swimlane untuk agen yang terlibat pada satu atau bebrapa kejadian yang ditujukan pada detailed diagram
b. tambahkan segiempat panjang unruk setiap aktivitas didalam kejadian yang didokumentasi pada detailed diagram
c. gunakan garis tanpa putus untuk menunjukkan urutan aktivitas
d. atur dokumen yang dibuat/digunakan oleh aktivitas didalam diagram
e. gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan dokumen
f. dokumentasikan setiap table yang dibuat, dimodifikasi atau digunakan oleh aktivitas dalam diagram yang ada dalam kolom computer
g. gunakan garis putus-putus untuk menghubungkan aktivitas dan table

F.       OVERVIEW ACTIVITY DIAGRAM DAN DETAILED ACTIVITY DIAGRAM

Berikut ini adalah dokumentasi diagram aktifitas UML yang disediakan :
-          Anotasi narasi yang menunjukkan kejadian dan aktivitas
-          Tablel arus kerja
-           Overview activity diagram untuk proses pendapatan
-          Detailed activity diagram

G.    KESIMPULAN BAB 3

Penting bahwa para akuntan memahami suatu proses bisnis, konteks dimana system informasi dibuat dan digunakan.
Bab ini, ditunjukkan bagaimana cara menyajikan kejadian secara grafis dengan menggunakan diagram activitas UML. Tanggung jawab dan kejadian dalam proses. Karna berbagai derajat perincian ajan dibutuhkan, tergantung pada penggunaannya, dua tingkat diagram aktivitas dikembangkan, yaitu overview diagram dan detailed diagram.








             IV.            MENGIDENTIFIKASI RISIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS
Pengendalian Internal Dan Peran Akuntan
Pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, yang dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran. Kategori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi; keandalan pelaporan keuangan; dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Pemahaman yang baik mengenai pengadilan internal penting bagi akuntansi yang berperan sebagai manajer, pengguna, perancang, dan evaluator sistem akuntansi.
Kerangka Kerja Dalam Mempelajari Pengendalian Internal; Komponen Dan Sasaran Pengendaian Internal
Komponen Pengendalian Internal pada laporan COSO
1.      Lingkungan pengendalian
2.      Penentuan risiko
3.      Aktivitas pengendalian
4.      Informasi dan akuntansi
5.      Pengawasan
Sasaran Pengendalian Internal
Pemangku kepentingan yang berbeda (pemegang saham,manajer,pelanggan dan karyawan) mungkin memiliki tujuan yang berbeda-beda. Pemegang saham utamanya mungkin berhubungan dengan pangsa pasar, penjualan, dan kepuasan pelanggan. Sasaran pengendalian internal yang disebutkan di laporan COSO mencakup berikut ini :
-          Efektivitas dan efisiensi operasi
-          Keandalan pelaporan keuangan
Sasaran Pelaksanaan. Pada siklus pendapatan, pelaksanaan mengacu pada penyerahan barang atau jasa serta penerimaan dan penanganan kas.
Sasaran Sistem Informasi. Sasaran sistem informasi memfokuskan kepada pencatatn, pembaruan, dan pelaporan informasi akuntansi.
Sasaran Perlindungan Aset. Fokus utama kita adalah pada sasaran pelaksanaan dan sistem informasi.
Sasaran kinerja. Sasaran kinerja memfokuskan pada pencapaian kinerja yang memuaskan dari organisasi, orang, departemen, barang, atau jasa.
Penentuan Risiko Pelaksanaan : Siklus Pendapatan
Risiko pelaksanaan mencakup risiko tidak tepatnya pelaksanaan transaksi. Mengembangkan pengendaian untuk mengurangi risiko.
Menerapkan pengendalian. Setelah menentukan penyebab potensial terjadinya risiko, pengendalian internal yang tepat harus diterapkan.
Penelitian Risiko Sistem Informasi
Memfokuskan pada risiko sistem informasi atau risiko kesalahan pada sistem informasi perusahaan melalui pencatatan, pembaruan, atau pelaporan data yang tidak tepat.
Pencatatan Risiko
Pencatatan risiko adalah menyatakan risiko yang tidak tangkap informasi kejadian secara akurat dalam sistem informasi organisasi. Kesalahan dalam pencatatan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Memperbarui Risiko
Pembaruan risiko adalah risiko bahwa field ringkasan dalam catatan induk tidak diperbaharui dengan tepat. Memperbaharui kesalahan bisa jadi sangat mahal.
Risiko Pengendalian
Setelah risiko kerugian atau kesalahan yang signifikan telah diidentifikasi evaluator harus memerhatikan cara-cara untuk mengendalikan risiko.
Pengendalian Arus Kerja
1.      Pemisahan tugas
Pemisahan tugas antar agen internal merupakan konsep ini dalam medesain aktivitas pengendalian internal.
2.      Penggunaan Informasi Manajemen Kejadian Sebelumnya untuk Mengendalikan Aktivitas
Informasi mengenai kejadian sebelumnya dapat berasal dari dokumen atau record komputer.


3.      Urutan Kejadian yang Diharuskan
Dibanyak kasus organisasi memiliki kebijakan yang mengharuskan suatu proses untuk mengikuti urutan tertentu.
4.      Menindaklanjuti Kejadian
Organisasi harus memiliki cara otomatis atau manual untuk menelaah transaksi yang belum disimpulkan.
5.      Dokumen Bernomer Urut
Memberi nomer urut pada dokumen memberikan peluang untuk mengendalikan kejadian.
6.      Pencatatan Agen Internal yang Bertanggung Jawab atas Kejadian dalam Suatu Proses
Agen internal ditunjuk sebagai penanggung jawab sebagian besar kejadian.
7.      Pembatasaan Akses ke Aset dan Informasi
Cara penting untuk memproteksi aset, seperti kas, persediaan, peralatan, dan data adalah membatasi akses hanya untuk karyawan yang memerlukannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
8.      Rekonsiliasi Catatan dengan Bukti Fisik Aset
Aktivitas rekonsiliasi digunakan oleh organisasi untuk memastikan bahwa kejadian dan data file induk yang tercatat sesuai dengan aset yang sebenernya.
Penelaahan kinerja

Penelaahan Kinerja mengukur kinerja dengan membandingkan data aktual dengan anggaran, proyeks, atau data periode lalu. Record induk dan penelaahan kinerja. Penelaahan kinerja dan aktivitas pemeliharaan file saling berkaitan dalam dua cara. Pertama, angka-angka standar dan anggaran (data acuan)biasanya dicatatselama aktivitas pemeliharaan file di record induk. Kedua, data ringkasaan yang disimpan di record untuk sering kali digunakan untuk menerapkan tindakan perbaikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar