PT. PERTAMINA
· VISI
"Menjadi Perusahaan Gas Kelas Dunia"
· MISI
- Menjalankan usaha yang meliputi : Pengadaan, Penimbunan, Pendistribusian, dan Pemasaran yang terintegrasi berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
- Mempertahankan posisi sebagaimana market leader bisnis gas dalam negeri.
- Memberikan layanan dan benefit terbaik kepada stakeholder.
· TATA NILAI KORPORAT (6C)
- Clean (Bersih) : Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
- Competitive (Kompetitif) : Mempu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
- Confident (Percaya Diri) : Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa.
- Customer Focused (Fokus pada Pelanggan) : Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
- Commercial (Komersial) : Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
- Capable (Berkemampuan) : Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.
· PERENCANAAN JANGKA PANJANG
Dukungan dan sinergi antar pekerja sangat diharapkan dalam upaya mencapai target yang digariskan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pertamina 2011 -2015. Keberhasilan pencapaian RJPP ditentukan pada kinerja setiap tahunnya, untuk mencapai visi baru menjadi perusahaan energi berkelas dunia.Jakarta – Untuk kedua kalinya dalam tahun 2011 ini, jajaran Direksi Pertamina menggelar Town Hall Meeting yang diikuti seluruh pekerja di Kantor Pusat dan di-relay oleh unit bisnis dan anak perusahaan di seluruh Indonesia, Rabu (3/8). Dalam kesempatan ini jajaran Direksi satu persatu memaparkan tujuan, sasaran dan strategi pencapaian RJPP 2011 -2015.
Dalam kesempatan tersebut, President Director and CEO Perta-mina Karen Agustiawan menyampaikan disahkannya RJPP 2011 – 2015 tersebut tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang tranformasi yang dicanangkan sejak tahun 2007. Bahwa apa yang muncul dalam RJPP telah melalui sejumlah pembahasan dari tingkat VP, Deputi, Direktur di tingkat korporat dan anak perusahaan.
Ada empat hal yang menjadi prioritas untuk peningkatan pen-dapatan usaha melalui strategic initiatives, integrasi antara RJPP dengan RKAP Pertamina dan anak perusahaan, sinergi Pertamina dan anak perusahaan serta dengan BUMN dan swasta nasional lainnya, review KPI Pertamina dan anak perusahaan. “Sekarang ini Kementerian BUMN bukan saja akan me-review KPI Pertamina Korporat, tetapi mereka akan lebih dalam lagi sampai ke KPI anak-anak perusahaan Pertamina,” ujar Karen.
Dengan demikian kontrak manajemen di tahun 2011, investasi dan operasi kinerja perusahaan berada di tangan masing-masing anak-anak perusahaan dan tidak ada subsidi silang seperti di tahun-tahun sebelumnya.
“Misalnya Hulu, secara keseluruhan mencapai target produksi dimana EP dan PHE disubsidi oleh Cepu, berarti nanti yang dilihat adalah Cepu-nya. Sedangkan EP dan PHE dilihat tidak berhasil. Ini konsekuensinya,” tegasnya.
Dalam RJPP Pertamina juga menargetkan laba bersih sebesar Rp 54.2 triliun, pada 2015 nanti. Untuk mencapai target tersebut, disusun sejumlah strategic initiative yang diprediksikan menyumbang laba sebesar Rp 19,2 triliun. “Disana sudah disepakati Direksi dan Komisaris mengupayakan best effort untuk mencapai target RJPP tersebut,” kata Karen.
Selain mencatatkan target laba bersih, dalam RJPP juga disam-paikan tentang perubahan visi dan misi perusahaan, dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Dimana misinya menjalankan usaha minyak, gas serta energi baru dan ter-barukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
Terkait dengan visi dan misi baru tersebut, Pertamina berusaha me-wujudkan melalui kegiatan di upstream dan downstream sesuai dengan strategi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yakni agressive in upstream dan profitable in downstream. Dimana hulu menjadi fokus strategi, mengingat status Pertamina erat kaitannya dengan ketersediaan energi nasional. “Kegiatan hulu akan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni unrenewable, geothermal, gas transporting serta services yang dimaksimalkan,” ujar PIMR Director Afdal Bahaudin.
Pertamina juga mengalokasikan investasi sebesar Rp 359 triliun pada tahun 2015 atau 85% dari total investasi untuk pengembangan sektor hulu. Investasi itu dilakukan dengan mekanisme CAPEX, merger, serta akuisisi.
Sementara, strategi di hilir lebih diutamakan pada peningkatan nilai bisnis perusahaan yang handal dan menguntungkan (profitable downstream). “Jadi disini akan lebih ditekankan kembali tidak hanya berbicara volume, tetapi juga pendapatan yang diperoleh,” ujar Afdal.
Di samping pencapaian target finansial, masalah HSSE juga menjadi perhatian bagi Pertamina. Karena prestasi yang dicapai tidak akan berarti jika HSSE masih diabaikan dalam operasional sehari-hari.
Jajaran Direksi juga mengapresiasi pekerja Pertamina yang masih mendukung upaya transformasi yang sampai saat ini masih bergulir. “RJPP sudah jelas, apa yang akan dicapai dan kita mampu men-deliver apa yang sudah dijanjikan pemegang saham untuk saling bahu membahu, tidak ada pekerjaan sektoral, dan yang penting 2015 itu tergantung pada pencapaian kita di tahun 2011 ini,” tandas Karen Agustiawan.
U R A I A N
Visi yang dimiliki oleh PT.PERTAMINA ini memiliki maksud untuk menjadikan PT ini sebagai salah satu PT yang memiliki kwalitas minyak nomer 1 di dunia. Dan bersaing dengan perusahaan minyak- minyak lain di dunia yang memiliki kwalitas yang telah di akui oleh dunia.
Misi PT.PERTAMINA ini juga sesuai dengan visinya yang akan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan minyak kelas dunia. Dengan menjalankan strategic-strategic yang dapat mewujudkan visi yang telah di miliki oleh PT ini. Contohnya PT ini memberikan pelayanan yang baik untuk para stakeholder.
RJPP PT.PERTAMINA ini yaitu menargetkan laba sebesar Rp 54.2 triliun taget yang akan di capai ini juga akan membantu PT ini untuk mewujudkan visinya sebagai perusaan minyak kelas dunia dan mewujudkan misinya untuk mengembangkan perusaan ini agar dapat memberikan pelayanan-pelayanan yang baik bagi stakeholder .
Dalam RJPP PT.PERTAMINA sampai tahun 2015 ini sesuai dengan visi misi PT ini sebelumnya, yang akan menjadikan PT ini menjadi kelas dunia yaitu dengan menjalankan agressive in upstream dan profitable in downstream di mana hulu menjadi focus dari strategic untuk mengembangkan PT ini dan hilir untuk mengutamakan nilai bisnis perusaan yang handal.
Dalam RJPP ini juga PT.PERTAMINA mengubah visi dan misinya yaitu dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan perusaan. Dan misinya menjalankan usaha minyak, gas serta energi baru dan ter-barukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
Maksudnya yaitu ingin menjalankan usaha minyak dan gas .
Dan untuk menjuwudkan misinya untuk memberikan pelayanan yang benefit kepada stakeholder dan memposisikan sebagaimana market leader bisnis gas dalam negeri yang terbaik.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar